Penerimaan Mitra Statistik BPS Aceh Timur 2026 Tuai Kritikan Warganet: Hanya Formalitas Tanpa Kejelasan?



KABEREH NEWS | ACEH TIMUR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Timur kembali membuka pendaftaran tambahan Calon Mitra Statistik untuk tahun 2026. Pengumuman yang diunggah melalui akun Instagram resmi @bps.aceh_timur ini dimaksudkan untuk menjaring warga yang ingin berkontribusi dalam penyusunan data berkualitas di wilayah tersebut. Namun, alih-alih disambut antusiasme positif, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar kekecewaan dan kritik tajam dari warganet.

Berbagai keluhan bermunculan di kolom komentar, sebagian besar berasal dari mereka yang pernah mendaftar pada periode sebelumnya namun tidak mendapatkan kejelasan hasil. Salah satu pengguna bernama @acehgroundtimes mengungkapkan kekecewaannya,

“Kee min @bps.aceh_timur sudah 2 kali daftar jadi Mitra BPS, tapi belum ada panggilan,” tulisnya dengan nada berkelakar namun memuat rasa kecewa.

Keluhan serupa disampaikan oleh @nuraina_twin13 yang menuturkan capek daftar sudah lolos seleksi namun tidak pernah menerima pengumuman hasil wawancara.

“Ban taeu kabeh meso ureng dan kana ureng, tapi bak web hn kelanjutan sapeu,” ungkapnya dalam bahasa aceh, yang artinya tidak ada kejelasan lebih lanjut meskipun proses seleksi telah diikuti.

Banyak warganet menilai proses rekrutmen tersebut hanya sebatas formalitas belaka. Akun @illbunnys menyebutkan bahwa “negara ini cuma pentingin formalitas saja,” sejalan dengan pendapat @ryanimaisa yang mengaku lelah mengikuti seluruh tahapan seleksi mulai dari melengkapi berkas, mengikuti ujian, hingga tes tertulis namun tidak tahu di mana harus memeriksa hasil kelulusan. Ia juga menduga bahwa penerimaan sebenarnya sudah ditentukan sebelumnya, sehingga proses pendaftaran yang dibuka hanya untuk memenuhi prosedur semata.

Pandangan yang sama disampaikan oleh @pujadamayani yang menyebutkan bahwa “pada kenyataannya tetap ordal sang pemenang, lagu lama rekrutmen hanya formalitas,” serta @muzainatul_zahra99 yang berpendapat bahwa yang dipanggil biasanya adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman, sedangkan pembukaan pendaftaran baru hanya untuk menciptakan kesan ramai.

Beberapa pengguna bahkan menyebut proses tersebut tidak adil dan merugikan waktu serta tenaga peserta. Akun @cilupba234 menilai hal tersebut “semacam penipuan massal,” sementara @sebatas.story17 menyarankan agar jika sudah ada peserta yang dititipkan, sebaiknya tautan pendaftaran tidak dipublikasikan karena hanya akan membuang sumber daya orang lain.

Akibat banyaknya keluhan tersebut, beberapa calon peserta yang awalnya berminat justru membatalkan niatnya. @putryjunita6 menuliskan singkat, “Setelah baca komen ga jadi daftar,” yang kemudian disetujui oleh banyak pengguna lainnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPS Kabupaten Aceh Timur terkait berbagai keluhan dan kritik yang disampaikan oleh warganet. Masyarakat pun berharap adanya kejelasan dan perbaikan sistem agar proses penerimaan di masa mendatang dapat berjalan lebih adil, transparan, dan dapat dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Redaksi)

0/Post a Comment/Comments