Pembalap Malaysia Lebih Matang di Le Mans, Veda Ega Hadapi Ujian Berat Akhir Pekan Ini
BANDA ACEH, KABEREH NEWS – Pertarungan gengsi Asia Tenggara memanas jelang Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans akhir pekan ini. Pembalap Malaysia, Hakim Danish Ramli, datang dengan modal rekor yang lebih mentereng dibanding andalan Indonesia, Veda Ega Pratama.
Meski berstatus debutan, Veda Ega tampil mengejutkan musim ini. Dalam empat balapan awal Moto3 2026, pembalap 17 tahun itu langsung menembus papan atas dan kini bertengger di peringkat keenam klasemen sementara.
Namun Le Mans bisa jadi tembok pertama bagi Veda. Rivalnya, Hakim Danish, punya amunisi pengalaman yang jauh lebih lengkap di sirkuit legendaris Prancis itu.
Rekam Jejak Le Mans: Danish Lebih 'Paham Medan'
Keduanya memang bukan orang baru dalam rivalitas. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Veda Ega finis runner-up, unggul satu tingkat dari Hakim Danish yang menutup musim di posisi ketiga.
Tapi bicara Le Mans, statistik berbicara lain. Hakim Danish sudah enam kali mengaspal di Le Mans selama tiga musim Rookies Cup. Progresnya jelas: dari finis ke-19 dan DNF pada 2023, naik ke posisi 6 dan podium 3 di 2024, hingga puncaknya musim 2025 dengan dua kali naik podium kedua di seri Le Mans.
Sebaliknya, Veda Ega baru dua kali menjajal Le Mans, keduanya di musim 2024. Hasilnya: finis ke-10 pada race 1 dan ke-7 pada race 2.
Jam Terbang Jadi Pembeda
Keunggulan Hakim Danish tak lepas dari jam terbang. Pembalap 18 tahun asal Terengganu itu sudah malang melintang sejak European Talent Cup 2021–2023, Red Bull Rookies Cup 2023–2025, hingga FIM JuniorGP World Championship 2024–2025.
Veda Ega punya lintasan lebih singkat. Ia tak pernah tampil di European Talent Cup, dan baru masuk Red Bull Rookies Cup pada 2024–2025 serta FIM JuniorGP.
Modal pengalaman itu membuat Hakim Danish dijagokan lebih siap menaklukkan karakter Le Mans yang teknikal dan menuntut konsistensi.
Duel Penentu Mental
Moto3 Prancis 2026 akan jadi ujian mental bagi Veda Ega. Bisa mempertahankan tren positif dengan modal minim pengalaman sirkuit, atau Hakim Danish yang akhirnya unjuk gigi lewat keunggulan data dan memori balapnya.
Satu yang pasti: duel sesama jagoan Asia Tenggara ini layak ditunggu. Balapan digelar Minggu, 10 Mei 2026.(*)
Posting Komentar