Satu unit mobil dibakar dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, usai laga Persipura vs Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026). (Wartabanjar.com/istimewa)
JAYAPURA, KABEREH NEWS – Kekalahan Persipura Jayapura 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga play-off promosi di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026), berujung ricuh. Oknum suporter merusak fasilitas stadion dan mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah lapangan.
Pertandingan penentu tiket Liga 1 itu berakhir antiklimaks bagi Mutiara Hitam. Bermain di kandang dengan status runner-up Grup 2, 56 poin, Persipura lebih diunggulkan atas Adhyaksa FC, runner-up Grup 1 dengan 51 poin. Pelatih Rahmad Darmawan sebelumnya meminta tim bermain tenang menghadapi tekanan.
Namun Adhyaksa FC mencuri gol tunggal dan memastikan kemenangan. Hasil itu memupus peluang Persipura promosi ke Liga 1 musim depan.
Situasi Stadion Lukas Enembe di ricu akhir pertandingan Persipura Jayapura vs Adiyaksa banten FC /List/Rakyat Papua/pada hari Jumat 08 mei 2026
Suporter Rusak Fasilitas Stadion
Sesaat setelah peluit panjang, ribuan suporter melompati pagar dan masuk ke lapangan. Dalam situasi ricuh, sejumlah fasilitas stadion dirusak. Belum ada data resmi nilai kerusakan dari pengelola Stadion Lukas Enembe hingga Jumat malam.
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di Tengah Lapangan
Di tengah kericuhan, beberapa orang terlihat membawa dan mengibarkan bendera Bintang Kejora di area tengah lapangan. Bendera serupa juga dikibarkan oknum suporter di luar stadion dengan memanjat tiang.
Hingga berita ini disusun, panitia pelaksana dan aparat keamanan belum memberi keterangan resmi terkait masuknya atribut tersebut ke area stadion. Polisi masih mengidentifikasi pelaku perusakan dan pengibar bendera.
Evaluasi Keamanan Dipertanyakan
Insiden ini menambah daftar catatan kelam sepak bola nasional. Pengamat sepak bola menilai kegagalan mengantisipasi luapan emosi suporter dan lolosnya atribut terlarang ke stadion menjadi pekerjaan rumah besar bagi Panpel dan aparat.
“Ini bukan hanya soal kalah. Ada standar pengamanan dan screening yang harus dievaluasi total,” kata pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, saat dihubungi terpisah.
Persipura Jayapura belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden dan langkah terhadap oknum suporter. PSSI dan PT LIB dijadwalkan memanggil Panpel Persipura pekan depan untuk meminta klarifikasi.(*)
Posting Komentar