ACEH TIMUR, KABEREH NEWS — Setahun pasca pelantikan pengurus periode 2025–2029, kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Timur menuai kritik tajam. Pasalnya, geliat olahraga di kabupaten tersebut dinilai stagnan tanpa event dan program pembinaan yang jelas.
Hingga Sabtu, 25 April 2026, tidak tercatat satu pun penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala kabupaten, baik resmi maupun ekshibisi. Padahal, masyarakat dan insan olahraga menaruh harapan besar setelah pelantikan pengurus baru tahun lalu.
Pembinaan Atlet Mandek, Pelatih Kecewa
Sejumlah pelatih dan penggiat olahraga lokal mengaku kecewa. Mereka menyebut belum ada agenda rutin maupun kompetisi yang mampu mewadahi atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Sejak dilantik, belum ada kegiatan yang benar-benar menyentuh atlet. Pembinaan itu butuh kesinambungan, bukan sekadar wacana,” kata seorang pelatih senior di Aceh Timur yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Momentum pascabanjir besar awal tahun ini juga dinilai luput dimanfaatkan KONI. Padahal, event olahraga bisa menjadi sarana pemulihan trauma sosial dan psikologis, terutama bagi anak muda.
Ketua KONI: Tak Ada Dana, Berangkat Pra-PORA Pakai Uang Pribadi
Dikonfirmasi, Ketua KONI Aceh Timur, Zulfazli Aiyub, mengakui lambannya roda organisasi. Ia berdalih keterbatasan anggaran menjadi penghambat utama.
“Yang jelas, tidak ada dana di KONI Aceh Timur. Untuk berangkat Pra-PORA saja, kami menggunakan dana pribadi,” ungkap Zulfazli.
Ia menegaskan semua kegiatan butuh biaya. “Kalau tidak ada dana, apa yang bisa dibuat? Anak-anak mau berangkat Pra-PORA saja tidak ada dana,” ujarnya.
Zulfazli berharap ada suntikan dukungan dari KONI Aceh. Meski begitu, ia berjanji tetap mengupayakan program. “Insyaallah akan kami upayakan semaksimal mungkin demi kemajuan KONI Aceh Timur,” katanya.
PORA 2026 di Depan Mata, Komunikasi Publik Dinilai Lemah
Kritik lain mengarah pada lemahnya komunikasi publik KONI. Hingga kini, masyarakat belum mendapat informasi jelas soal rencana kerja dan peta jalan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026.
Padahal tanpa persiapan matang sejak dini, Aceh Timur dikhawatirkan sulit bersaing dengan daerah lain yang sudah menggelar seleksi dan try out.
Publik kini menanti langkah konkret KONI Aceh Timur. Desakan percepatan program pembinaan dan transparansi anggaran menguat, demi menghidupkan kembali prestasi olahraga di Bumi Serambi Mekkah bagian timur.(Red)
Posting Komentar