Oleh : Teuku Muhammad Jamil
(Guru Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Aceh.)
KABEREH NEWS | ADA hari-hari biasa, dan ada hari yang Allah pilih untuk mengingatkan kita akan anugerah-Nya. 25 April adalah hari itu bagiku teramat teristimewa. Bukan sekadar ulang tahunmu, tapi pengingat bahwa Allah menakdirkanmu menjadi cahaya di tengah gelapnya dunia, guru yang mengajarkanku kesabaran, kecewa, sakit hati dan ketulusan, sahabat dan kekasih yang selalu menenangkan hati, dan isteri yang doa-doanya menjadi pelindung bagi keluarga. Kehadiranmu bukan kebetulan—ia adalah mukjizat yang menegaskan bahwa cinta yang sejati lahir dari ridha-Nya, bukan dari dunia semata. Setiap senyum, setiap doamu, setiap pengorbananmu adalah bukti nyata bahwa cinta yang ikhlas mampu mengubah hati, kehidupan, dan takdir.
Bagiku, ulang tahunmu bukan sekadar penambahan angka usia. Ia adalah refleksi perjalanan iman, keteguhan hati, dan pengabdian yang tak pernah lelah untuk cinta dan Allah Azza Wajalla. Kau mengajarkanku bahwa cinta bukan soal kata-kata manis, tetapi tentang pengorbanan tanpa pamrih, pemberian tanpa berharap balasan, kesabaran yang tanpa batas, dan doa yang senantiasa mengalir untuk kebaikan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Kehadiranmu menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari ketulusan hati, bukan dari pencapaian dunia semata.
Dalam perjalanan akademis dan kehidupan profesionalku, Aku belajar bahwa refleksi adalah kunci kebijaksanaan. Hari ini, Aku merenung bahwa keberadaanmu membentukku menjadi suami yang lebih bertanggung jawab, lebih peka terhadap nilai spiritual, dan lebih mampu menyelaraskan cinta duniawi dengan cinta Ilahi. Kau bukan hanya pendamping hidup; kau adalah mentor moral dan spiritual yang menuntun diri ini untuk selalu sejalan dengan ridha Allah SWT.
Doaku di hari yang penuh berkah ini sederhana, namun tulus: semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan ketenangan jiwa kepadamu. Semoga setiap senyum yang kau berikan menjadi cahaya bagi keluarga, setiap langkahmu menjadi ibadah, dan setiap doamu menjadi perlindungan bagi keluarga besar kita semua.
Selamat ulang tahun, istriku tercinta. Kehadiranmu adalah alasan di balik keteguhan hatiku, cahaya di tengah gelapnya dunia, dan doa yang selalu kupersembahkan kepada Allah SWT. Aku mencintaimu, bukan hanya karena siapa dirimu, tetapi karena bagaimana Allah menakdirkanmu menjadi cahaya dalam hidupku—dan aku akan selalu bersyukur untuk itu, setiap detik, setiap saat dan selamanya. Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adhiem. Astargfirullahal Adhiem. Allahu Akbar.
Sagoe Cot Irie City, 25 April 2026.
Posting Komentar