Perangkat Gampong di Aceh Timur Dipukul Warga, Diduga Buntut Bantuan Jadup Tak Cair

ACEH TIMUR – Ketegangan sosial kembali memanas di Aceh Timur. Seorang perangkat Gampong Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, menjadi korban pemukulan oleh warga, Rabu (8/4/2026). Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan warga atas bantuan jatah hidup (jadup) yang tak kunjung cair pascabencana.

Insiden terjadi di tengah desakan ekonomi yang kian menghimpit warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh Timur. Menurut informasi yang dihimpun, seorang warga melampiaskan emosinya kepada aparatur desa karena merasa hak bantuan sosial mereka diabaikan.

Warga mengaku sudah berbulan-bulan menanti kepastian pencairan jadup. Namun hingga kini, belum ada kejelasan soal jadwal maupun mekanisme distribusinya. Ketidakpastian itu memicu gesekan antara masyarakat dan perangkat gampong yang berada di garda terdepan penyaluran bantuan.

“Sudah lama kami tunggu, tapi tidak ada kejelasan. Sementara beras di dapur sudah habis, anak mau sekolah,” kata seorang warga Paya Meuligo yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (8/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Gampong Paya Meuligo maupun Kecamatan Peureulak terkait insiden pemukulan dan mandeknya penyaluran jadup. Aparat keamanan diharapkan segera turun tangan untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik susulan.

Pengamat sosial menilai, kasus ini mencerminkan rapuhnya relasi warga dan pemerintah desa ketika kebutuhan dasar tak terpenuhi. Perangkat gampong kerap menjadi sasaran kemarahan pertama, padahal penyaluran bansos sangat bergantung pada kebijakan dan anggaran dari pemerintah kabupaten.

Jika masalah distribusi jadup tidak ditangani secara transparan dan cepat, dikhawatirkan konflik horizontal serupa akan terus berulang di wilayah lain yang terdampak bencana. (*)

0/Post a Comment/Comments