ACEH TIMUR, KABEREH NEWS | Dua Staf Khusus Gubernur Aceh Mualem, Faisal Rizal Hasan dan Hendra Fauzi melakukan aksi lapangan dengan menembus jalur ekstrem menuju Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, tepatnya di dusun Bidari Desa Rantau Panjang. Kamis (15/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan dengan menggandeng komunitas Indra Makmu Trail Adventure Expedition (IM-TRAX Aceh Timur) sebagai bentuk kepedulian dan respon langsung terhadap kondisi keterisolasian wilayah pedalaman Aceh Timur usai diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.
Perjalanan menuju Simpang Jernih melalui jalur darat dari Birem Bayeun dikenal memiliki medan yang sangat berat, mulai dari jalan berlumpur, tanjakan curam hingga jalur sempit yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua jenis Trail.
Meski demikian, rombongan tetap melanjutkan perjalanan demi memastikan kondisi masyarakat serta melihat langsung akses dan kebutuhan di lapangan untuk para pengungsi korban banjir.
Para rombongan tersebut berangkat dari posko Relawan Faisal Rizal di Kecamatan Darul Aman sejak hari Rabu 14 Januari sekitar pukul 14.00 WIB, dan rombongan baru tiba setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam, dan tiba pada Kamis 15 Januari sekitar pukul 02.00 WIB (malam) ke lokasi Dusun Bidari.
Faisal Rizal Hasan, Staf Khusus Gubernur Aceh didampingi Hendra Fauzi menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen Pemerintah Aceh untuk tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi turun langsung ke lapangan guna melihat realitas yang dihadapi masyarakat pedalaman.
“Medan menuju Simpang Jernih memang ekstrem, namun ini menjadi bukti bahwa masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian serius. Alhamdulillah, ini kali kedua kami hadir di Dusun Bidari ini, dimana sebelumnya kami tempuh jalur sungai dari pusat Kecamatan Simpang Jernih melalui kabupaten Aceh Tamiang" ujarnya.
Kolaborasi dengan komunitas IM-TRAX dinilai sangat membantu kelancaran perjalanan. Selain berpengalaman di jalur ekstrem, komunitas ini juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama di wilayah-wilayah sulit dijangkau di berbagai Kabupaten.
Selain itu, Staff Khusus Gubernur Aceh itu juga meminta perusahaan sawit PT 66 yang beroperasi di wilayah desa setempat agar segera turun dengan alat beratnya untuk memperbaiki akses darat dari jalur Birem Bayeun.
"Dimana menurut keterangan warga setempat, jika jalur Birem Bayeun dibuka, maka akses warga korban banjir ini kembali pulih, dimana hanya menempuh sekitar 2 perjalanan mengunakan sepeda motor ke jalan nasional" terang Faisal Rizal.
Menurutnya, saat ini warga terpaksa menempuh jalur dari Kuala simpang dengan jarak tempuh sekitar 8 jam ke jalan nasional.
Sementara itu, Irfandi atau Bang Pan, Ketua komunitas IM-TRAX menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung upaya pemerintah dalam misi sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, keterlibatan komunitas adalah bentuk kontribusi nyata untuk membantu masyarakat di daerah terpencil.
Aksi lapangan tersebut diharapkan dapat membuka mata banyak pihak tentang pentingnya pemerataan pembangunan dan perhatian berkelanjutan terhadap masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Timur yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses. (*)
Posting Komentar