Sidoarjo, Kaberehnews.com | Alfarisi bin Rikosen (21), tahanan Rutan Medaeng, Sidoarjo, meninggal dunia pada 30 Desember 2025. Ia ditahan terkait aksi demonstrasi Agustus-September 2025. KontraS Surabaya mendesak transparansi penuh atas penyebab kematian Alfarisi, mengingat negara bertanggung jawab penuh atas keselamatan tahanan.
"Setiap nyawa yang berada dalam tahanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara. Tidak ada ruang untuk kalimat klise," kata KontraS Surabaya.
Pertanyaan publik terus bergulir: Apa yang terjadi di balik dinding Rutan Medaeng? Apakah Alfarisi mendapat perawatan layak? Apakah standar kemanusiaan dijalankan?
Publik menuntut jawaban jujur dan utuh. Kematian Alfarisi bukan urusan internal, tapi urusan publik dan konstitusi. Negara harus bertanggung jawab atas keselamatan warganya, terutama yang rentan di bawah kuasanya.
"Kasus Alfarisi harus diusut terang dan tuntas."
#JusticeForAlfarisi
Posting Komentar