Iran Bergolak: 20 Tewas, 1.000 Ditangkap, dan Ancaman Trump

KABEREH NEWS | OPINI -- Teheran, awal Januari 2026. Kota ini seperti Menara Azadi yang berdiri gagah tapi retak di dalam. Kemarahan rakyat tumpah ke jalan-jalan, memicu protes besar-besaran. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan, sedikitnya 20 orang tewas dan hampir 1.000 demonstran ditangkap.

Protes ini bukan sekadar isu tunggal, melainkan paket komplit krisis ekonomi. Inflasi melonjak, daya beli jatuh, pasar tak stabil, dan ketidakamanan kerja merajalela. Nilai rial anjlok, membuat rakyat panik.


Demonstran berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, buruh, dan warga sipil. Mereka menuntut kebebasan sipil dan kritik tata kelola. Aparat keamanan meningkatkan pengerahan pasukan, melukai sedikitnya 51 orang.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengakui keluhan rakyat, tapi menunjuk adanya "tangan musuh" yang memanfaatkan krisis. Media pro-pemerintah melabeli demonstran sebagai perusuh atau agen luar.

Dari seberang dunia, Donald Trump mengancam akan "menghantam sangat keras" Iran jika aparat terus menewaskan demonstran. Ancaman ini menambah ketegangan geopolitik.

Iran awal 2026 adalah lukisan penuh ikon yang saling bertabrakan. Menara Azadi yang bergetar, Bazaar yang gelisah, kampus yang mendidih, dan ancaman dari seberang samudra. 20 nyawa melayang dan hampir 1.000 orang ditangkap, bukan sekadar angka, melainkan denyut tragedi yang membuat pembaca dunia tak sekadar membaca berita, tapi ikut menahan napas. (*)

0/Post a Comment/Comments