Oleh : Teuku Muhammad Jamil
(Senior Lecture pada Sekolah Pascasarjana USK & Direktur Pusat Kajian Politik dan Sosial Aceh)
OPINI, KABEREH NEWS | Hasil Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 yang menetapkan Prof. Dr. Mirza Tabrani, MBA sebagai Rektor terpilih (02/02/2026) bukan sekadar pergantian nakhoda. Bagi saya—yang telah lama bergelut di lingkungan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana USK dan mengamati dinamika sosial-politik Aceh—ini adalah momentum emas untuk menyelaraskan keunggulan manajerial dengan tanggung jawab sosial kampus terhadap daerah, khususnya Aceh.
Visi MBA untuk PTN-BH yang Adaptif
Latar belakang manajerial Prof. Dr. Mirza merupakan aset penting. Di tengah status USK sebagai PTN-BH, kepiawaian dalam mengelola sumber daya dan membangun jejaring adalah kunci menuju sukses paripurna. Namun, lebih dari sekadar efisiensi, kita menaruh harapan agar sentuhan manajerial ini mampu memangkas sekat birokrasi, sehingga USK lebih lincah dalam merespons isu-isu strategis, baik di level akademik maupun level sosial kemasyarakatan.
Membangun Jembatan dengan Pemda Satu tantangan krusial ke depan adalah penguatan komunikasi politik antara USK dan Pemerintah Daerah (Pemda). Sebagai kampus "Jantung Hati Rakyat Aceh", USK tidak boleh menjadi menara gading. Prof. Mirza memiliki tanggung jawab untuk memastikan USK hadir sebagai mitra strategis (partner in progress) bagi Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Komunikasi politik yang egaliter dan konstruktif sangat dibutuhkan agar rekomendasi kebijakan dari para akademisi kita—terutama dari Program Doktor dan Pusat Kajian—dapat terimplementasi secara nyata dalam kebijakan publik di Aceh.
USK dan Respons Pasca-Banjir Aceh
Penekanan khusus perlu kita berikan pada situasi Aceh saat ini. Bencana banjir yang kembali melanda beberapa wilayah di Aceh baru-baru ini adalah potret nyata tantangan ekologis dan sosial yang kita hadapi. Kepemimpinan baru USK diharapkan mampu menggerakkan potensi riset lintas disiplin untuk memberikan solusi jangka panjang, mulai dari tata ruang, manajemen air, hingga mitigasi bencana yang berbasis kearifan lokal. USK harus hadir di tengah rakyat, bukan hanya saat seremonial, tetapi sebagai garda terdepan dalam pemulihan pascabencana melalui inovasi dan pengabdian masyarakat yang terukur.
Menuju Episentrum
Solusi Dinamika politik dan sosial Aceh yang unik membutuhkan nakhoda yang mampu merangkul semua pihak. Kita mengapresiasi fondasi yang telah dibangun oleh Prof. Dr. Marwan dan Prof. Dr. Agussabti. Kini, tugas kita bersama adalah mendukung Prof. Dr. Mirza Tabrani untuk membawa USK menjadi episentrum solusi. Kita ingin melihat USK yang berwibawa secara akademis, namun tetap memiliki empati sosial yang mendalam terhadap derita rakyatnya.
Selamat bertugas, Prof. Mirza. Kami di Sekolah Pascasarjana dan Pusat Kajian Politik dan Sosial Aceh siap bersinergi untuk mewujudkan USK yang lebih gemilang dan berdampak bagi Aceh serta dunia. Semoga...(*)
"Meutuah USK, Meutuah Aceh"
---
Pojok Kampus USK, 02 Pebruari 2026.
Posting Komentar