KABEREH NEWS, JAKARTA UTARA | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa sopir mobil pengangkut MBG yang menabrak puluhan siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, diduga kurang beristirahat. Sopir pengganti tersebut dianggap kurang istirahat karena baru tidur menjelang subuh.
"Kelihatannya kurang tidur ya. Kurang tidur karena tidurnya pukul 04.00 WIB, bangun pukul 05.30 WIB. Jadi ada kemungkinan memang kurang fit," kata Dadan.
Sopir berinisial AI ini sudah enam kali menjadi pengganti, termasuk dua kali dalam minggu yang sama. Dadan menegaskan bahwa kondisi kendaraan tidak bermasalah, berdasarkan laporan polisi yang ia terima, mobil operasional keluaran tahun 2024 itu dalam keadaan baik.
"Tidak ada masalah dengan rem, tidak ada masalah dengan mesin. Hanya memang masalah human error," ucapnya.
Meski sopir pengganti memiliki SIM dan dianggap cukup kompeten secara administrasi, BGN mengakui perlunya pengetatan pengaturan tenaga sopir agar kejadian serupa tidak terulang. Dadan menyebut idealnya jumlah sopir tetap harus ditambah.
"Kalau armadanya dua, sopirnya harus tiga. Sehingga terjadi pergiliran," kata dia.
Saat ini, tiga korban dirawat di RSUD Cilincing dan sembilan lainnya di RSUD Koja, termasuk dua orang yang berada di ICU.(*)
Posting Komentar