Kontroversi Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM, Soroti Program Makan Bergizi Gratis dan Kritik Keras Pemerintahan Prabowo

Yogyakarta - Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi sorotan setelah menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) untuk meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, menyebut mereka "rezim yang bodoh dan inkompeten".

Tiyo, mahasiswa Program Sarjana Filsafat UGM, dikenal sebagai aktivis kampus yang kritis terhadap kekuasaan dan politik praktis. Ia memutuskan keluar dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia karena kecewa dengan kehadiran pejabat politik dalam Musyawarah Nasional XVIII.

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menilai langkah Tiyo menentang Hak Asasi Manusia. "Makan bergizi gratis adalah permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya. Pigai mempertanyakan permintaan penghentian program tersebut, "Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin."

Surat terbuka BEM UGM dikirim pada 6 Februari 2026 sebagai respons atas meninggalnya siswa SD di Nusa Tenggara Timur karena tidak mampu membeli alat tulis. Mahasiswa menilai tragedi itu mencerminkan kegagalan negara menjamin hak dasar anak. (*)

0/Post a Comment/Comments