Dalam 17 bulan menjabat, Prabowo tercatat habiskan lebih dari 3 bulan di luar negeri. Istana: Demi investasi dan peran strategis Indonesia di dunia
IDI, ACEH - Frekuensi lawatan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri menjadi sorotan. Berdasarkan catatan perjalanan resmi selama 17 bulan terakhir, Presiden telah menghabiskan lebih dari 3 bulan atau sekitar 22% masa jabatannya untuk dinas di luar negeri.
Artinya, dalam setiap 5 hari kerja, 1 hari dihabiskan Presiden di luar negeri dan 4 hari berada di dalam negeri.
Pihak Istana Kepresidenan menyebut intensitas lawatan tersebut berkaitan dengan agenda strategis nasional. "Kunjungan Bapak Presiden bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, menarik investasi, mengamankan pasokan energi, serta menegaskan posisi Indonesia dalam isu perdamaian global," kata juru bicara kepresidenan saat dikonfirmasi, Minggu 12/4/2026.
Beberapa lawatan terakhir Presiden diklaim menghasilkan komitmen investasi dengan nilai signifikan. Selain itu, agenda diplomasi energi dan forum perdamaian internasional juga menjadi fokus utama dalam setiap kunjungan.
Meski demikian, tingginya frekuensi dinas luar negeri ini memunculkan diskusi publik soal efektivitas dan dampak langsung terhadap isu domestik. Pengamat kebijakan publik menilai, evaluasi terbuka terhadap hasil konkret setiap lawatan perlu dilakukan secara berkala.
Indikator Capaian
Total masa jabatan 17 bulan
Total waktu di LN >3 bulan
Persentase 22%
Rata-rata 1 dari 5 hari di LN
Hingga berita ini diturunkan, Presiden dijadwalkan kembali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dalam waktu dekat untuk menghadiri forum internasional. Di dalam negeri, sejumlah agenda kenegaraan dan pertemuan kabinet telah menanti sekembalinya Presiden. (Red)
Posting Komentar