Kapal Tanker Ditembak IRGC di Selat Hormuz, Ketegangan Iran-AS Memanas

Foto: Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 18 April 2026. (REUTERS/Stringer)

TEHERAN, IRAN -- 18 April 2026, Insiden penembakan kapal kembali mengguncang Selat Hormuz di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Sebuah kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran tembakan kapal cepat milik Garda Revolusi Iran (IRGC) saat melintas di jalur pelayaran strategis tersebut, Sabtu (17/4).

Mengutip laporan CNN, otoritas United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut kapal tanker itu didekati dua kapal cepat IRGC sekitar 20 mil laut dari pantai Oman. Tanpa peringatan, IRGC kemudian melepaskan tembakan ke arah kapal. UKMTO memastikan seluruh awak dan kapal dalam kondisi aman dan melanjutkan pelayaran.

Selain kapal tanker, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan mengalami serangan di lokasi yang sama. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan dari kedua insiden tersebut.

Pembatasan Selat Hormuz Diperketat

Insiden ini terjadi setelah Iran kembali memberlakukan pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Teheran menyatakan kebijakan itu merupakan respons atas blokade Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Iran.

Militer Iran menegaskan status pembatasan di Selat Hormuz akan dipertahankan selama masih ada ancaman terhadap kapal yang terafiliasi dengan Iran. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sepertiga perdagangan minyak dunia melalui laut.

Diplomasi Masih Buntu

Di jalur diplomasi, Iran mengaku tengah mengkaji proposal baru dari Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan. Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung, namun menegaskan Washington tidak akan mentoleransi tekanan apa pun terkait Selat Hormuz.

Sumber dari Iran menyebut pembicaraan lanjutan dijadwalkan Senin (19/4), meski pihak AS belum mengonfirmasi agenda tersebut.

Konflik Meluas ke Lebanon

Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah turut memanas di Lebanon. Israel dilaporkan melarang warga yang mengungsi untuk kembali ke 55 desa di wilayah yang diduduki. Di sisi lain, seorang tentara Prancis dari pasukan penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Lebanon selatan. Hizbullah membantah terlibat dalam insiden tersebut.(*)


0/Post a Comment/Comments