MOSCOW, KABEREH NEWS | Rusia baru-baru ini merilis rekaman yang menunjukkan pengerahan sistem rudal hipersonik Oreshnik di Belarus, sebuah langkah yang dapat memperkuat kemampuan Moskow untuk menargetkan Eropa dalam potensi konflik di masa depan. Penempatan rudal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, serta ancaman sabotase dan spionase dari Barat.
Presiden Vladimir Putin menggambarkan rudal Oreshnik sebagai sesuatu yang mustahil untuk dicegat, dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 5.500 km, yang memungkinkan Rusia untuk menargetkan seluruh Eropa atau Amerika Serikat bagian barat.
Analis Barat melihat langkah ini sebagai sinyal ketergantungan Moskow pada pencegahan nuklir untuk mencegah dukungan NATO terhadap Ukraina. Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute dan Decker Eveleth dari CNA mengatakan bahwa video tersebut mengkonfirmasi identifikasi berbasis satelit sebelumnya dari pangkalan udara Krichev-6 sebagai lokasi kemungkinan besar rudal tersebut.
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengkonfirmasi bahwa tidak lebih dari selusin Oreshnik akan dikerahkan, sebuah langkah yang digambarkan oleh menteri pertahanannya sebagai tanggapan terhadap tindakan agresif Barat. Namun, beberapa pejabat Barat mempertanyakan efek praktis rudal tersebut di medan perang.
Kanselir Jerman Friedrich Merz membahas postur militer Moskow dalam pidato Tahun Baru tahunannya, mengatakan bahwa agresi Rusia adalah bagian dari rencana yang ditujukan terhadap seluruh Eropa. Ia menekankan kebutuhan Eropa untuk bertindak secara independen di tengah kemitraan AS yang lebih tidak pasti di bawah Trump. (*)
Posting Komentar