Breaking! Ibu Kota Venezuela Dibom Tengah Malam, AS Pelakunya?

KABEREH NEWS | CARACAS -- Genderang perang benar-benar telah ditabuh di benua Amerika Latin. Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat, ibu kota Venezuela, Caracas, luluh lantak diguncang sedikitnya tujuh ledakan hebat yang menghantam bandara dan fasilitas militer. Serangan ini mengarah kuat pada satu titik: agresi militer Amerika Serikat (AS) yang kian beringas.

Laporan Aljazeera menggambarkan situasi yang sangat mencekam. Bola api raksasa menyeruak ke langit disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi di fasilitas militer di pesisir Caracas. Rekaman video amatir yang beredar luas memperlihatkan kepanikan luar biasa warga di wilayah selatan kota.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan isterinya Cilia Flores dicvlik pasukan Delta Force, unit kontrater0risme militer AS atas tuduhan "Nark0terorisme," konspirasi untuk mengimpor kokain, dan tuduhan terkait lainnya.

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar negeri," kata Presiden AS , Donald Trump.

Venezuela memegang kekayaan sumber daya yang luar biasa, negara ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai sekitar 303 miliar barel, melebih negara-negara Arab. Arab Saudi hanya memiliki sekitar 267-268 miliar barel, Iran sekitar 208 miliar barel, Irak sekitar 145 miliar barel. (*)

0/Post a Comment/Comments