Ternate, Kaberehnews.com | Bencana hidrometeorologi melanda tiga kabupaten di Provinsi Maluku Utara, yaitu Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan, pada awal Januari 2026. Curah hujan tinggi memicu banjir bandang, tanah longsor, dan banjir, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi.
Polri langsung bergerak cepat melakukan evakuasi warga, penyelamatan korban, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, (tautan tidak tersedia), menyatakan bahwa kecepatan dan sinergi menjadi kunci dalam penanganan bencana.
"Personel kami bergerak dari satuan terdekat dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan dan bekerja bersama unsur terkait. Prioritas utama adalah keselamatan warga, penanganan korban, serta memastikan para pengungsi mendapatkan perhatian dan kebutuhan dasar yang layak," ujarnya.
Polri mengerahkan personel dan sarana secara terpadu, termasuk truk, kendaraan, dan kapal patroli, untuk mendukung operasi di lapangan. Bantuan kemanusiaan juga disalurkan kepada warga terdampak, berupa mi instan, beras, dan perlengkapan lainnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Layanan darurat Polri 110 disiagakan 24 jam untuk pelaporan kondisi darurat maupun permintaan bantuan. (*)
Posting Komentar