Simak Laporan Dunia Hari Ini, Selasa 05 Desember 2023.

Dunia Hari Ini: Mahasiswa Yahudi dan Muslim Kampus Amerika Menjadi Sasaran Kebencian | BY ABC News

Anda kembali menyimak laporan Dunia Hari Ini, Selasa 05 Desember 2023.

Kami telah menyajikan laporan selama 24 jam terakhir dari beberapa belahan dunia.

Mahasiswa Yahudi dan Muslim menjadi sasaran kebencian

Seperti banyak perguruan tinggi lain di Amerika Serikat, Universitas George Washington adalah kampus yang terpecah setelah pecahnya perang Israel-Gaza.

Institusi bergengsi yang terletak tidak jauh dari Gedung Putih tersebut telah menskors seorang mahasiswa yang dituduh menurunkan poster sandera Israel dari dalam pusat mahasiswa Yahudi.

Seorang siswa telah dilarang masuk ke kampus selama setahun, karena apa yang digambarkan sebagai "kelakuan buruk dan verbal yang berbahaya" terhadap seorang mahasiswa Muslim.

"Universitas menganggap serius komitmennya untuk mengatasi segala bentuk pelecehan, diskriminasi, bias, dan pelanggaran kebijakan universitas," kata seorang juru bicara universitas tersebut.

Di tengah meningkatnya laporan anti-Semitisme dan Islamofobia secara nasional, termasuk tindakan kekerasan yang mengejutkan, banyak anak muda Amerika yang merasa takut.

Menteri pertahanan ASEAN menyerukan gencatan senjata

Para menteri pertahanan di ASEAN menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan solusi jangka panjang terhadap krisis di Myanmar dalam pembukaan pertemuan regional di Jakarta kemarin.

Saat membuka pertemuan tahunan tersebut, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sangat sedih dengan memburuknya kondisi di Gaza, khususnya situasi kemanusiaan yang "mengerikan".

"Sikap Indonesia jelas dan tegas. Kami mendorong dan menyerukan penghentian segera permusuhan dan segera menyiapkan koridor bantuan kemanusiaan," ujarnya dalam pidato pembukaannya.

Mengunjungi Washington minggu ini, Presiden Indonesia Joko Widodo mendesak Presiden AS Joe Biden untuk berbuat lebih banyak guna mengakhiri perang Israel dengan Hamas.

Rencana Inggris mengirim pencari suaka ke Rwanda 'ilegal'

Mahkamah Agung Inggris telah memutuskan bahwa skema pemerintah untuk mengirim pencari suaka ke Rwanda telah melanggar hukum.

Inggris berencana untuk mengirim puluhan ribu pencari suaka yang tiba di wilayahnya tanpa izin ke Afrika Timur.

Namun pengadilan tinggi kemarin menolak banding pemerintah terhadap keputusan sebelumnya yang menyatakan bahwa migran tidak dapat dikirim ke Rwanda karena negara tersebut tidak dapat dianggap sebagai negara ketiga yang aman.

Presiden Robert Reed mengatakan lima hakim sepakat bahwa ada "alasan kuat untuk meyakini bahwa pencari suaka yang dikirim ke Rwanda akan menghadapi risiko pemulangan", yang berarti dikirim kembali ke negara asal mereka di mana mereka bisa menghadapi risiko perlakuan buruk.

Skema Rwanda adalah inti dari kebijakan imigrasi Sunak saat bersiap menghadapi pemilu tahun depan, di tengah kekhawatiran di antara beberapa pemilih mengenai jumlah pencari suaka yang tiba dengan perahu kecil.

Qantas divonis bersalah atas pemecatan karyawan

Qantas dinyatakan bersalah karena secara ilegal memberhentikan seorang pekerja yang menyampaikan kekhawatiran tentang risiko COVID-19 kepada staf yang sedang membersihkan pesawat dari China pada fase awal pandemi.

Theo Seremetidis bekerja untuk anak perusahaan Qantas Ground Services (QGS) di Terminal Internasional Sydney sebagai sopir truk pengangkat barang pada tahun 2020 dan juga terpilih sebagai perwakilan kesehatan dan keselamatan.

Dalam kasus yang diajukan ke Pengadilan Distrik NSW oleh SafeWork NSW, perusahaan tersebut dituduh memberhentikannya pada awal Februari 2020 setelah memberikan arahan kepada rekan-rekannya untuk menghentikan pekerjaan tidak aman sesuai dengan fungsinya.

Hal tersebut dilihat sebagai tindakan diskriminatif karena alasan yang dilarang berdasarkan undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Hakim David Russell hari ini menyimpulkan bahwa pelanggaran tersebut dilakukan tanpa keraguan dan menyatakan QGS bersalah.

Sumber : ABC News

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.