Iran tuding AS langgar 3 poin kesepakatan. Netanyahu: "Gencatan senjata tak berlaku untuk Lebanon"
TEHERAN, IRAN– Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang baru berjalan sejak 8 April 2026 kini terancam batal. Iran mengancam menarik diri dari kesepakatan jeda dua minggu tersebut akibat serangan Israel ke Lebanon yang dinilai melanggar perjanjian.
Ancaman itu disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan gencatan senjata AS-Iran tidak mencakup wilayah Lebanon dan operasi militer terhadap Hizbullah. Pernyataan Netanyahu ini bertolak belakang dengan ekspektasi Teheran yang menginginkan penghentian pertempuran di semua lini.
“Jika pelanggaran oleh rezim Zionis di Lebanon terus berlanjut, kami tidak akan ragu menarik diri dari perjanjian,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari otoritas Iran, Kamis 9 April 2026.
3 Poin Diduga Dilanggar AS
Teheran menuding Washington telah melanggar setidaknya tiga poin penting dalam perjanjian gencatan senjata. Meski detail pelanggaran belum dirinci ke publik, sumber Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut kemarahan Teheran memuncak setelah AS dilaporkan sempat melancarkan serangan ke infrastruktur energi Iran sebelum jeda diberlakukan.
Kesepakatan gencatan senjata ini sendiri dicapai setelah 40 hari konflik terbuka antara kedua negara. Namun, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan jeda dua minggu ini bukan akhir perang permanen. “Situasi masih dalam proses negosiasi dan sangat rentan,” tegas pernyataan tersebut.
Lebanon Jadi Titik Panas
Ketidaksepakatan soal cakupan gencatan senjata menjadi pemicu utama. Iran bersikeras bahwa jeda tempur harus menghentikan semua operasi militer sekutu AS di kawasan, termasuk Israel terhadap Hizbullah di Lebanon. Sebaliknya, Israel memandang Hizbullah sebagai ancaman terpisah yang tidak terikat kesepakatan Teheran-Washington.
Hingga Kamis pagi, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih terkait tudingan pelanggaran maupun ancaman Iran untuk mundur. Pengamat Timur Tengah menilai, jika gencatan senjata batal, eskalasi konflik di kawasan bisa kembali pecah dalam hitungan hari. (*)
Posting Komentar