Terbang 18 Menit Bomber B52 AS Kirim Sinyal Darurat


BANDA ACEH -- Insiden mendebarkan menimpa salah satu armada udara paling ikonik milik Amerika Serikat, pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress. Pesawat raksasa yang sedang dalam misi patroli tersebut dilaporkan mengirimkan sinyal darurat (squawk 7700) hanya 18 menit setelah lepas landas dari pangkalan udara militer. Berdasarkan laporan dari Kompas.com, insiden ini memicu kesiagaan penuh di menara kontrol dan unit penyelamat darat saat pesawat terdeteksi mengalami gangguan teknis serius di ketinggian jelajah awal.

Pengebom jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini terpaksa melakukan prosedur pembuangan bahan bakar (fuel dumping) di atas wilayah yang aman sebelum mencoba pendaratan darurat. Saksi mata di sekitar pangkalan melaporkan melihat kepulan asap tipis dari salah satu dari delapan mesin jet pesawat tersebut. Beruntung, berkat ketangkasan pilot, pesawat pengebom senilai ratusan juta dolar itu berhasil mendarat kembali dengan selamat tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur di landasan pacu.

Pihak Angkatan Udara AS kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti kegagalan mesin pada pesawat yang sudah berusia cukup tua namun tetap menjadi tulang punggung kekuatan pemukul global Washington. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, di mana kesiapan tempur armada B-52 menjadi sangat krusial. Kegagalan teknis ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan alutsista veteran Amerika Serikat yang dipaksa bekerja ekstra keras dalam berbagai misi penggentar di wilayah konflik belakangan ini.

Sumber: Kompas

0/Post a Comment/Comments