Sihasak mengatakan kapal tanker milik Bangchak Corporation itu melintasi Selat Hormuz pada Senin (23/03) menyusul pembicaraan antara dirinya dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.
"Untuk sejumlah negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus tertentu yang kami nilai perlu, angkatan bersenjata kami telah memberikan pengawalan secara aman," ujarnya.
Menurutnya, kapal-kapal milik musuh tidak akan diberi izin transit.
"Kami berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka melintas. Namun selat tetap terbuka bagi pihak lainnya," ujar Araghchi.
Lalu, bagaimana dengan kapal-kapal Indonesia yang berlayar di perairan Teluk Arab?
Baca selengkapnya: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cj37e5mjgxlo
Posting Komentar