Teluk Persia yang menyimpan banyak cadangan minyak.
BANDA ACEH -- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sering kali berpusat pada jalur sempit yang dikenal sebagai Selat Hormuz. Jalur ini menjadi urat nadi energi global karena setidaknya seperlima dari pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia harus melintasinya untuk keluar dari Teluk Persia.
Namun, stabilitas kawasan ini terguncang ketika Selat Hormuz secara efektif tertutup tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Penutupan ini memicu lonjakan harga energi secara instan dan membangkitkan kekhawatiran akan krisis energi global yang membayangi berbagai negara.
Fenomena ini bukan sekadar persoalan politik dan militer, melainkan sebuah realitas geologi yang telah terbentuk selama jutaan tahun. Kondisi geografis yang membuat Selat Hormuz menjadi titik sumbat (bottleneck) yang berbahaya sebenarnya berasal dari proses alam yang sama dengan penciptaan cadangan hidrokarbon raksasa di bawah permukaannya.
Sejauh mana tabrakan lempeng tektonik di masa lalu menentukan nasib ekonomi dunia saat ini? Bagaimana sejarah bumi ratusan juta tahun lalu mampu menciptakan jebakan minyak yang begitu masif di wilayah yang kini menjadi pusat konflik tersebut?
Tabrakan Lempeng dan Terbentuknya Cekungan Raksasa
Kelimpahan minyak di Teluk Persia berakar pada pergerakan Lempeng Arab yang terus merangsek ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 20 milimeter per tahun.
Sekitar 30 juta tahun lalu, dorongan dari pembukaan Laut Merah menyebabkan Lempeng Arab menabrak Lempeng Eurasia.
"Ibarat kap mobil dalam kecelakaan lalu lintas, kedua benua ini saling meremuk, memendek, dan melengkung secara bersamaan," tulis laporan Scientific American.
Dampaknya adalah terbentuknya Sabuk Lipatan dan Sesar Zagros di Iran, sebuah rangkaian pegunungan sepanjang 1.600 kilometer yang membentang dari Turki timur hingga Selat Hormuz. Proses geologi ini menciptakan apa yang disebut para ahli sebagai foreland basin atau cekungan depan.
Berat dari Pegunungan Zagros menekan Lempeng Arab dan membuatnya melengkung seperti penggaris yang dibengkokkan. Lengkungan inilah yang kemudian memerangkap hidrokarbon dalam jumlah luar biasa besar di kedua sisi Teluk Persia.
Selengkapnya baca di ....
Posting Komentar