Kisah Pedagang Kuota Gesek: Kebohongan yang Menghabisi Usaha

KABEREH NEWS - KISAH | Saya pernah mengalami kejadian yang membuat saya tidak akan pernah melupakan pentingnya kejujuran dalam berbisnis. Saya membeli kuota gesek di sebuah rombong yang terlihat bagus dan ramah. Harga yang ditawarkan juga lebih murah 500-1000 rupiah dari tempat lain. Saya tertarik dan memutuskan untuk membeli lagi di hari berikutnya.

Namun, kejadian itu berubah menjadi mimpi buruk. Saat itu hujan, dan penjual menyerahkan kuota gesek yang sudah basah. Saat digesek, angka di dalamnya hilang. Saya kembalikan dan penjual malah marah-marah saat saya meminta ganti. Saya ambil kuota gesek yang baru dan pulang dengan perasaan tidak enak.

Kejadian itu tidak hanya saya yang alami. Pembeli lain juga mengalami hal serupa dan kecewa dengan pelayanan penjual. Seiring waktu, pembeli semakin sepi dan rombong kuota gesek itu akhirnya menghilang.

Kisah ini menjadi pelajaran bagi semua pelaku UMKM untuk selalu jujur dengan konsumen. Konsumen adalah raja, dan kita harus selalu memprioritaskan kepuasan mereka. Jangan kecewakan mereka dengan kebohongan atau penipuan.

Perbaiki diri dan prioritaskan kejujuran dalam berbisnis. Itu adalah kunci untuk maju dan sukses.(*)

0/Post a Comment/Comments