Jurnalis dan Relawan Butuh Charger dan Powerbank di Aceh Timur

Foto: ilustrasi by  shutterstock

"Relawan dan Insan Pers Kesulitan Akses Listrik, Charger, dan Powerbank Saat Meliput Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumatera Utara "

ACEH TIMUR -- Sejumlah relawan dan insan pers yang bertugas meliput bencana banjir di wilayah Aceh Timur, Aceh bagian Sumatera Barat, serta sejumlah titik di Sumatera Utara, menghadapi kendala serius terkait akses listrik. Kesulitan tersebut membuat proses peliputan, dokumentasi, dan penyampaian informasi kepada publik menjadi terhambat.

Berdasarkan keterangan beberapa jurnalis di lapangan, banyak peralatan penting seperti charger, kabel data, dan powerbank hilang atau rusak saat musibah banjir terjadi. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses listrik di wilayah pedalaman yang terdampak bencana, sehingga para jurnalis dan relawan kesulitan mengisi daya perangkat komunikasi.

"Di pedalaman itu tidak ada listrik. Kita kesulitan sekali untuk input berita, kirim laporan, atau dokumentasi kejadian. Banyak kawan-kawan media dan relawan kehilangan charger dan powerbank saat banjir. Saat ini dua hal yang sangat dibutuhkan adalah charger dan powerbank," ujar Saiful Amri, relawan dan jurnalis Aceh Timur dari media online (tautan tidak tersedia), saat menyalurkan bantuan di wilayah terdampak.

Ayahdidien, panggilan Saiful Amri, juga mengimbau kepada para pengusaha, dermawan, organisasi kemanusiaan, serta pihak terkait lainnya agar dapat menyalurkan bantuan berupa powerbank dan charger. Bantuan ini sangat membantu kelancaran penyampaian informasi publik dan dokumentasi resmi terkait situasi bencana.

Para jurnalis dari daerah juga menyampaikan hal serupa. Saat melakukan peliputan di wilayah terpencil, jaringan dan listrik hampir tidak tersedia. Powerbank menjadi satu-satunya solusi untuk menjaga perangkat tetap aktif agar informasi bisa tersampaikan cepat dan tepat.

"Tanpa akses listrik, kita tidak bisa mengirim laporan. Powerbank adalah penyimpan daya yang sangat penting untuk kondisi seperti ini," ujar salah seorang wartawan dari Aceh.

Dengan masih berlangsungnya situasi darurat di beberapa titik bencana, kebutuhan akan alat pengisi daya portabel menjadi sangat penting untuk mendukung tugas kemanusiaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat luas.(*)

0/Post a Comment/Comments