KABEREH NEWS | TEHERAN -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington.
Pezeshkian menyebut tekanan dan konflik yang dihadapi Iran saat ini lebih kompleks daripada perang Iran-Irak pada 1980-1988. Strategi Barat terhadap Iran tidak hanya militer, tapi juga politik, ekonomi, dan keamanan.
Serangan Israel dan AS ke Iran pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Iran membalas dengan serangan rudal ke Israel, menewaskan 28 orang.
Situasi ini menegaskan konflik Iran dengan AS dan Israel telah berkembang menjadi konfrontasi terbuka yang berisiko memicu ketidakstabilan di Timur Tengah. (*)
Posting Komentar