Bantuan Terjebak di Belawan: Relawan Malang Raya dan Gimbal Alas Desak Pembebasan Kontainer

Bantuan relawan asal Malang Jatim dibongkar dan ditahan oleh BPBD Sumut dan Pelni (Foto: Dok. Istimewa)

Malang, Kaberehnews.com -- Bantuan untuk korban bencana banjir Sumatera dari relawan Malang Raya dan Gimbal Alas terjebak di Pelabuhan Belawan, Medan, diduga karena persoalan administrasi di PT Pelni. Dua kontainer berisi bantuan bagi korban bencana ini tertahan hampir 4 hari.

Sahlan Junaedi, Ketua Yayasan Gimbal Alas, mengungkapkan bahwa relawan gabungan Malang Raya bersama Gimbal Alas terlibat dalam operasi SAR bencana Sumatera, namun distribusi bantuan terhambat. "Ketika sampai barang tidak ada, setelah kita telusuri ternyata turun di BPBD Sumut dan sudah dibongkar kunci kontainer," ujarnya.

Relawan terkejut dengan pembongkaran isi kontainer karena kunci selama ini mereka pegang. BPBD Sumut meminta relawan membuat surat pengiriman bantuan dari BPBD Jawa Timur, padahal bantuan berasal dari donasi masyarakat.

"Kami diminta membayar Rp 1,2 juta per kontainer. Total Rp 2,4 juta. Kita gak ada dana untuk itu," beber Sahlan.

Mediasi digelar Pemprov Sumatera Utara dan BPBD setempat untuk penyelesaian masalah. Hasilnya, biaya operasional dua kontainer dibebaskan, dan Pemprov Sumut meminta maaf atas miskomunikasi.

Mahardika Brilliandi, relawan IPKA Indrakila Malang, mengatakan bahwa Pemprov Sumut, BPBD Sumut, dan PELNI meminta maaf atas kejadian ini. "Pihak PELNI, BPBD, serta Pemprov Sumut akhirnya membebaskan biaya operasional sebesar Rp 2,4 juta," ujarnya.

Bantuan akan segera didistribusikan ke wilayah terdampak di Aceh setelah tiba di Langsa, dengan bantuan BPBD Sumut.

"Saat tiba di posko induk Langsa, langsung kami sebar ke daerah-daerah terdampak yang membutuhkan," terang Mahardika.

Wilayah yang akan disasar meliputi Kec. Tamiang Hulu : Desa Rongoh, Desa Bandar Kalipah, Desa Perk. Pulau Tiga, Desa Kaloy, Desa Alur Tani satu, Desa Alur Tani duaa, Desa Wonosari serta Kecamatan Bandar Pusaka: Desa Sunting, Desa Batang Ara, Desa Serba, Desa Sekumur di Kecamatan Sekerak.

"Sekarang posisi bantuan masih berada di gedung Serbaguna Pemprov Sumut," pungkasnya. (*)

Sumber:  Detik.com

0/Post a Comment/Comments