BANDA ACEH, KABEREH NEWS — Dua nama dari internal Partai Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yahya dan Azhari M. Nur alias Haji Maop, disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk menggantikan Zulfadli alias Abang Samalanga.
Informasi tersebut mencuat di tengah dinamika internal DPRA yang mengemuka dalam beberapa waktu terakhir. Pergantian pimpinan disebut menjadi salah satu opsi untuk meredakan ketegangan di lembaga legislatif tersebut.
Sumber internal yang mengetahui perkembangan itu menyebutkan, kedua nama tersebut mengemuka setelah melalui serangkaian komunikasi dan konsultasi dengan sejumlah pihak.
“Sudah ada pembahasan terkait nama-nama yang dipertimbangkan. Namun, keputusan akhir belum ditetapkan,” ujar sumber tersebut, Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait, baik dari Gubernur Aceh selaku Ketua Umum Partai Aceh maupun dari pimpinan DPRA, terkait kebenaran informasi tersebut.
Dinamika internal ini mencuat ke publik setelah rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025 pada 6 April 2026.
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPRA menyampaikan aspirasi terkait kondisi internal lembaga. Salah satu anggota DPRA, Rijaluddin, mengusulkan agar dilakukan pertemuan antara seluruh anggota dewan dengan gubernur tanpa melibatkan unsur pimpinan.
“Pak Gubernur, kami meminta seluruh anggota DPRA dapat berjumpa langsung tanpa kehadiran pimpinan,” ujarnya dalam forum paripurna.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi dari Zulfadli maupun dari Saiful Bahri dan Azhari M. Nur terkait isu pergantian pimpinan tersebut. (*)
Posting Komentar