TEHERAN, KABEREH NEWS – Iran mengeluarkan peringatan tegas kepada Israel dan Amerika Serikat. Komandan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Seyed Majid Mousavi menyatakan, "Serangan apa pun terhadap Hezbollah akan dianggap sebagai serangan terhadap Iran." 8 April 2026
Peringatan itu disampaikan Mousavi lewat unggahan di akun media sosial X pada Selasa, 8 April 2026, di tengah memanasnya eskalasi regional. Mousavi menegaskan bahwa "lapangan sedang menyiapkan respons berat terhadap kejahatan brutal rezim" Israel.
Dalam pesan yang sama, Mousavi juga menyoroti peran persatuan publik Iran. _“Wahai rakyatku tercinta, bahan bakar sejati dari rudal-rudal itu adalah kehadiran kalian yang bersatu di jalanan,”_ tulisnya.
Konteks Eskalasi
Pernyataan Mousavi muncul setelah IRGC mengklaim telah menggandakan serangan dengan platform peluncur baru untuk rudal Fateh dan Kheibar Shekan. Ia menyebut ini sebagai "fase baru perang".
Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah menghancurkan sejumlah infrastruktur strategis terkait AS-Israel di wilayah tersebut, termasuk industri kimia Ne’ot Hovav, satu kilang minyak, dua kompleks baja, dan dua kompleks aluminium raksasa. Mousavi menyebut serangan itu "menyakitkan" dan akan berlanjut “sampai kami melihat rasa sakit di mata kalian”.
Iran melancarkan operasi balasan bertajuk "True Promise 4" setelah tewasnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei bersama beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari 2026.
Analisis
Pernyataan "serang Hezbollah = serang Iran" menegaskan doktrin Teheran yang memandang Hezbollah sebagai garis merah. Ini meningkatkan risiko konfrontasi langsung Iran-Israel jika pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel terus meluas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Israel maupun AS terkait ancaman terbaru IRGC. (*)
Posting Komentar