Abang, Aku Selalu Berdo'a Agar Dirimu Menjadi Imamku

TULISAN ini saya tuliskan merupakan hasil dari curhat salah seorang mahasiswi ketika kami berdiskusi banyak hal, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan. Salah satu isi dari curhat itu tentang "pendamping hidupnya" di masa depan. Dia berdo'a dan berharap semoga "teman baiknya" saat bisa menjadi imamnya di masa depan. Oleh karena itu, saya berusaha menulis berikut ini dalam bahasa dan ungkapan serta isi hatinya. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan selamat menikmatinya.
(Penulis : T.M. Jamil, Assoc. Prof. Dr. M.Si - Akademisi dan Pengamat Sosial, USK, Banda Aceh).

-------------------

Dalam hidup ini setiap orang pasti memiliki kisahnya masing-masing, begitu juga dengan diriku saat ini, Pak TM. Semua orang pasti pernah berjuang, berdiam, menunggu dan banyak berdo’a seperti yang sering dan aku lakukan saat ini. Abang, semoga engkau akan meng-aminkan do’a-do'aku.

Semua itu merupakan wujud dari harapan agar kelak kita dijodohkan dengan orang yang baik seperti yang diinginkan kita, dan mungkin seseorang itu adalah yang saat ini selalu bersama kita atau yang masih menjadi rahasia Tuhan. Aku hanya berharap mungkin Engkau pula yang sedang membaca do’aku menjadi imam dan kekasih halal-ku kelak. Insya Allah.

Teruntukmu Yang Ada Disana, Kuatlah Dan Bersabarlah Bawalah Kau Ada Dalam Do’a Dan Sujudku, Agar Cinta Kita Nanti, Hanya Karena-Nya : Teruntukmu yang tak dapat aku pandangi dan tak dapat aku sentuh, percayalah bahwa aku selalu mendo’akanmu sekalipun aku tak pernah mengenalimu. Aku tidak pernah lupa memohon agar Tuhan selalu memudahkan urusanku dan juga urusanmu. Memberimu kekuatan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang menjadi kesulitan-kesulitanmu. Agar engkau dengan mudah dapat menghalalkanku.

Yaa Allah Sabarkanlah Aku Dalam Penantian Ini. Tautkan Hatiku Dengan Seseorang Yang MencintaiMU : Kepada Tuhan, aku selalu berdo’a agar aku selalu diberikan kekuatan untuk tetap nyaman sendiri sampai saatnya tiba dimana kamu akan datang menempati posisimu yang sesungguhnya. Tidak hentinya aku berdo’a agar aku hanya dibuat hanya jatuh cinta padamu saja. Ya Tuhan, Jangan pernah berikan aku untuk jatuh cinta kepada orang yang hanya ingin menikmati tubuhku hanya sesaat. Siapapun yang akan menjadikanku bidadari surganya akan aku permudah sekaligus aku permurah untuk mendapatkanku agar cintaku yang MAHAL ini akan menjadi miliknya selamanya. Ya Allah, mudahkan jalan hidup ini menuju keridhaan-MU.

Hatiku Berbisik dan Aku Percaya Engkau Sedang Memperbaiki Dirimu, Memantaskan Dirimu Untuk Menjadi Imam Bagi Tulang Rusukmu Dan Buah Hati Kita Kelak : Wahai seseorang yang telah tertulis di lauhul mahfudz, imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang akan bersamaku dalam perjalanan nanti aku yakin jika hari ini jauh di sana kamu sedang sibuk memantaskan dirimu dengan sesungguhnya. Aku yakin engkau selalu melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain dan untuk hidupmu sendiri.

Aku Percaya Engkau Sudah Merancang Hidupmu, Hidup Kita, Keluarga Kita, Nantinya Juga Untuk Dakwah, Untuk Ummat, Dan Hanya Karena-Nya : Aku percaya di manapun kamu berada kau sedang memantaskan diri, mempersiapkan dirimu untuk menjadi seorang pemimpin untuk keluarga kita kelak, dan untuk menjadi tempat bagi seseorang yang membutuhkan bantuanmu.

Akupun Begitu, Aku Sedang Belajar Menjaga Diri, Menjaga Pandangan Dan Hatiku, Agar Ketika Kau Memiliki Hati Ini, Hati Ini Masih Utuh Sempurna Hanya Untukmu : Di sini tanpa kamu ketahui aku terus berusaha memperbaiki diriku sendiri, menjaga hati, menjaga pandangan dan perbuatan agar kelak saat kita dipersatukan hati ini seutuhnya hanya menyukaimu dan belum pernah menyukai atau bahkan tidak pernah menyukai sesorang yang selain dirimu.

Aku Juga Sedang Belajar, Meniti Dakwahku, Meniti Cita-Cita Duniaku, Meniti Cita-Cita Akhiratku, Agar Kelak Aku Juga Bisa Membantumu Mendidik Anak-Anak Kita : Karena engkau tahu? Kelak meskipun engkau Imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak, akupun berusaha untuk meningkatkan pengetahuanku bukan tentang akhirat saja namun juga duniawi. Agar anak-anak kita tidak hanya tahu tentang agama saja namun juga tahu tentang pengetahuan duniawi. Insya Allah, Amin Ya Rabbal Alamin (Dikisahkan Oleh Rika - Nama Samaran).


Kota Madani, Awal April 2024.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.