ACEH -- Pemerintah Iran melalui juru bicaranya, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa setiap upaya mediasi untuk menghentikan konflik di kawasan harus diawali dengan gencatan senjata total.
Dalam pernyataan resminya kepada media, Mohajerani menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima kesepakatan yang hanya berupa penghentian sementara atau jeda militer yang terbatas. Menurutnya, solusi seperti itu hanya berisiko memicu kembali eskalasi konflik dalam waktu dekat.
Bagi pemerintah Iran, satu-satunya jalan menuju stabilitas adalah penghentian seluruh serangan secara menyeluruh, disertai mekanisme yang jelas untuk memastikan kesepakatan tersebut benar-benar dihormati oleh semua pihak.
Iran Menuntut Jaminan Keamanan Internasional
Selain gencatan senjata penuh, Teheran juga menekankan pentingnya jaminan keamanan internasional.
Menurut Mohajerani, Iran ingin adanya komitmen dari komunitas internasional agar serangan militer terhadap wilayah Iran tidak kembali terjadi di masa depan. Ia menyebut jaminan tersebut sebagai kebutuhan penting bagi keamanan nasional dan stabilitas kawasan.
Pemerintah Iran menilai bahwa tanpa jaminan yang jelas, setiap kesepakatan damai berpotensi menjadi rapuh dan mudah runtuh.
Iran Mengklaim Tidak Memulai Konflik
Dalam pernyataan yang sama, Iran kembali menegaskan posisi resminya bahwa mereka tidak memulai konflik yang sedang berlangsung.
Namun Teheran juga menyatakan akan tetap mempertahankan haknya untuk merespons setiap serangan yang dianggap mengancam kedaulatan negara.
Pernyataan ini mencerminkan sikap yang sering diambil Iran dalam konflik regional: membuka ruang diplomasi, tetapi tetap mempertahankan posisi pertahanan yang kuat.
Ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat
Pernyataan pemerintah Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel serta United States.
Beberapa insiden militer dalam beberapa waktu terakhir, termasuk serangan terhadap fasilitas energi di wilayah Iran pada awal Maret 2026, semakin memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran banyak pihak bahwa konflik yang semula terbatas dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.
Diplomasi Masih Terbuka
Meski situasi tetap tegang, pernyataan dari juru bicara pemerintah Iran menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih dianggap sebagai opsi penting.
Namun Teheran menegaskan bahwa setiap proses negosiasi harus menghasilkan keamanan yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar jeda konflik sementara.
Bagi Iran, perdamaian hanya akan bertahan jika disertai dengan kepercayaan, jaminan internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara. (*)
Posting Komentar