KABEREH NEWS | ACEH -- Kekerasan tentara terhadap pengibar bendera GAM di Aceh telah memicu reaksi keras dari berbagai pihak. BEM UGM mengecam tindakan represif TNI, menyebutnya sebagai "watak militeristik yang masih kuat dalam institusi keamanan". Mereka mendesak Panglima TNI untuk segera menarik mundur pasukan dari titik konflik dan memproses hukum personel TNI yang terbukti melakukan kekerasan.
Pengibaran bendera bulan bintang, yang identik dengan GAM, dianggap sebagai simbol kekecewaan masyarakat Aceh terhadap penanganan bencana. Namun, TNI melihatnya sebagai tindakan yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Freddy Ardianzah, menyayangkan narasi dan video viral yang menyudutkan institusi TNI, menyebutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Koalisi sipil, termasuk PBHI dan Imparsial, mengecam kekerasan TNI dan mendesak pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi terhadap warga sipil. Mereka menilai tindakan TNI telah membuka trauma lama 32 tahun konflik Aceh. Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) juga mengecam pembatasan pemberitaan dan aksi represif terhadap jurnalis yang meliput penanggulangan bencana.
Penggunaan kekerasan oleh TNI telah memicu kekecewaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat Aceh. Apakah tindakan ini akan memperburuk situasi atau memicu perubahan dalam penanganan konflik di Aceh?. (*)
Posting Komentar