Kekerasan di Sekolah: Refleksi Krisis Pendidikan dan Masyarakat

Foto: Tangkap layar video aksi adu jotos guru dan siswa di Jambi (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)

"Miris! Guru Dikeroyok Puluhan Siswanya Sendiri di Jambi, Pendidikan Tercoreng"

KABEREH NEWS | JAMBI -- Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra, dikeroyok oleh puluhan siswanya sendiri. Insiden ini terjadi saat jam pelajaran masih berjalan dan direkam, lalu viral di media sosial.

Agus membantah tuduhan bahwa ia menghina siswa miskin dan membawa senjata tajam. Ia menyatakan bahwa celurit yang dibawanya adalah upaya membubarkan kerumunan yang menyerangnya.

Kasus ini memicu keprihatinan atas kondisi pendidikan di Indonesia, di mana guru dan siswa tidak lagi memiliki hubungan yang harmonis. Pihak sekolah dan kepolisian telah turun tangan untuk menangani kasus ini.

Insiden pengeroyokan guru oleh siswanya di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bukanlah kasus isolasi. Kekerasan di sekolah telah menjadi fenomena yang semakin memprihatinkan di Indonesia. Ini bukan hanya masalah individu, tapi juga mencerminkan krisis pendidikan dan masyarakat yang lebih luas.

Faktor Penyebab Kekerasan di Sekolah


Konten media yang tidak seimbang dapat mempengaruhi perilaku siswa.

3. Kurangnya Komunikasi
Komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua yang lemah dapat memicu konflik.

4. Sistem Pendidikan yang Kurang Fleksibel: 
Sistem pendidikan yang terlalu kaku dapat membuat siswa merasa tertekan dan frustrasi.

Dampak Kekerasan di Sekolah

1. Trauma
Kekerasan dapat menyebabkan trauma bagi korban dan saksi.

Kekerasan dapat merusak hubungan antara guru, siswa, dan orang tua.

Kekerasan dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa.

Solusi

1. Pendidikan Karakter: Implementasikan pendidikan karakter yang efektif di sekolah.

Dorong komunikasi efektif antara guru, siswa, dan orang tua.

3. Sistem Pendidikan yang Fleksibel: Buat sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif.

4. Pengawalan dan Penegakan Hukum: Pastikan pengawalan dan penegakan hukum yang efektif untuk mencegah kekerasan di sekolah.

Insiden di Jambi harus menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih serius dalam menangani kekerasan di sekolah. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi semua. (*)


0/Post a Comment/Comments