Ada Dua Isu Ditiupkan Oleh Mesin Propaganda Musuh Terhadap Aceh


Dua isu propaganda musuh Aceh telah memicu kemarahan publik.

Pertama: bahwa Gayo adalah orang asli, sedangkan orang Aceh pesisir berasal dari India, Bangladesh, atau Srilanka. Ini adalah fitnah yang tidak berdasar, karena Aceh dan Gayo adalah ummah wahidah yang telah bersatu dalam suka dan duka.
Kedua: fitnah, bahwa demonstrasi di Aceh, untuk menuntut bantuan asing, digerakkan oleh Malaysia.

ACEH, KABEREH NEWS Pertama, bahwa Gayo orang asli, dan orang Aceh pesisir berasal dari India, Bangladesh atau Srilanka, sehingga diejek sedemikian rupa, keturunan Rohingya katanya.

Mereka tidak tahu sejarah bahwa Aceh dan Gayo adalah ummah wahidah. Bersama-sama dalam suka dan duka. Dari dulu tidak ada pertikaian karena sama-sama saling menghargai dan mencintai. Ada gesekan sana-sini, biasa orang hidup bersama.

Mereka tidak tahu bahwa Sultan Meurah Johan, lahir tahun 1234, adalah sultan pertama yang mendirikan Aceh Darussalam, merupakan keturunan Linge, tanah Gayo.

Di kala pesisir kesulitan dalam perjuangan melawan penjajah, maka tanah Gayo menjadi pusat pertahanan. Bahkan Radio Rimba Raya yang menyatakan bahwa RI masih ada, berpusat di rimba Gayo.

Kedua, ada fitnah, bahwa demonstrasi di Aceh, untuk menuntut bantuan asing, digerakkan oleh Malaysia.

Itu fitnah untuk Malaysia, dalam konflik, Malaysia tetap menegakkan hukum imigrasi mereka, menghargai kedaulatan Indonesia. 

Ada bantuan yang cukup signifikan memang, setelah damai dan tsunami, yaitu izin sementara untuk pekerja Aceh di sana. 

Setahu saya, tidak pernah Malaysia mencampuri urusan Aceh secara politik.

Provokator itu tidak tahu sejarah hubungan antara Malaysia dan Aceh, bagaimana Aceh menguasai sebagian Malaysia, turut menggempur Malaka dari Portugis. Tidak tahu bahwa banyak warga Malaysia keturunan Aceh, bahkan menjadi raja dan menteri.

Mari kita perbanyak istighfar, kita sedang digempur. Kita korban, dituduh playing victim. (*)


#Aceh #Gayo #malaysia
#Jasmerah

0/Post a Comment/Comments