Insiden Relawan 'Tsunami Darat' Disambut Popor Senjata di Aceh: Apakah Kedaulatan Negara Lebih Penting dari Nyawa?

Foto ilustrasi AI

KABEREH NEWS | Sebuah insiden berdarah terjadi di Krueng Mane, Aceh, pada malam Natal 25 Desember 2025, ketika relawan yang membawa bantuan banjir disambut dengan kekerasan oleh aparat keamanan. Relawan tersebut mengibarkan bendera Bintang Bulan, simbol khas Aceh, yang telah disepakati sebagai hak konstitusional dalam MoU Helsinki (2005) dan UU No. 11 Tahun 2006 (UUPA).

Kronologi Insiden:

- Relawan membawa bantuan banjir ke Aceh Tamiang

- Aparat keamanan menghentikan konvoi truk bantuan dan memeriksa muatan

- Relawan dipukul dengan popor senjata, menyebabkan luka di kepal.

- Lima warga dilaporkan mengalami kekerasan fisik

Reaksi dan Tanggapan:

- Amnesty International meminta penyelidikan independen dan transparan atas insiden kekerasan tersebut

- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, meminta aparat keamanan untuk menahan diri

- Ketua DPRA, Zulfadli, memperingatkan kemungkinan referendum jika kekerasan terus berlanjut

Pertanyaan dan Keprihatinan:

- Apakah kedaulatan negara lebih penting dari nyawa manusia?

- Mengapa aparat keamanan menggunakan kekerasan terhadap relawan yang membawa bantuan?

- Bagaimana pemerintah akan menangani insiden ini dan memastikan keamanan relawan? (*)

0/Post a Comment/Comments