Aceh: Dari Penyelamat Republik hingga Dituduh Pengemis Kemerdekaan

@makmurdimila

Kompleks Istana Kerajaan Aceh Darussalam digambarkan dengan apik oleh Sayed Dahlan Al-Habsyi.

@kotabandaaceh sekarang telah menutupi mosaik-mosaik Istana Darud Dunia.

Namun, cerita kemegahan istana raja-raja itu dapat dilihat di Booth Sayed Art di Aceh History Expo @pkaceh7 yang berlangsung hingga 15 Agustus 2018 di Museum Aceh.

KABEREH NEWS | ACEH -- Sejarah sering dipelintir untuk kepentingan tertentu, dan Aceh menjadi salah satu contohnya. Banyak yang menyebut Aceh sebagai "pengemis" dan "beban", padahal faktanya, Indonesia-lah yang pernah meminta bantuan Aceh di masa lalu.

Tahun 1945, Indonesia merdeka, tapi negara ini masih sangat lemah. Kas kosong, alat perang nyaris nol, dan komunikasi antarwilayah kacau balau. Soekarno, presiden pertama Indonesia, keliling meminta bantuan, termasuk ke Aceh. Aceh bukan daerah lemah, tapi justru kuat dengan jaringan dagang, emas, dan kesadaran politik.

Aceh menjawab permintaan Soekarno dengan urunan emas dan harta pribadi. Hasilnya, pesawat Dakota DC-3 (Seulawah RI-001) dibeli, menjadi alat diplomasi dan bertahan hidup bagi Indonesia. Tanpa pesawat itu, Indonesia bisa tamat lebih cepat.

Ironisnya, Aceh kini dituduh "lapar minta bantuan, kenyang minta merdeka". Narasi ini licik, menyamakan hak bersuara dengan utang moral. Aceh tidak minta merdeka karena kenyang, tapi karena sejarahnya panjang dilukai dan janji otonomi dilanggar. (*)

0/Post a Comment/Comments