Sikap Partai Nasdem Menerima Pengumuman KPU Hasil Pilpres 2024, Menyakiti Hati Relawan dan Rakyat.

Foto: Surya Paloh dan kader NasDem (Tiara Aliya/detikcom)

KABEREH NEWS | Banda Aceh -- Seiring pengumuman KPU semalam terkait hasil pilpres 2024 media ini mencoba untuk menjaring opini dari salah seorang pengamat politik sosial dan budaya yang juga penulis aktif yaitu Assoc. Prof. Dr. TM Jamil, beliau  dosen senior pada sekolah pasca sarjana USK, Darussalam Aceh.

Menurut saya pribadi, "konperensi pers Partai Nasdem dalam merespon hasil pengumuman KPU ini aneh saja dan kurang menjaga perasaan para relawan yang sedang berusaha untuk mengajukan gugatan kecurangan ke Mahkamah Konstitusi ..." Sebutnya.

Baca : https://news.detik.com/pemilu/d-7252823/nasdem-terima-hasil-pilpres-ucapkan-selamat-ke-prabowo-gibran
foto, Prof. Dr. TM. Jamil, M.Si, Pengamat Politik dan Akademisi USK.

Lanjutnya lagi,  "Masak yang hadir hanya : Pak Surya, Pak Taslim, Bang Willy dan Bang Syahroni, Hhhnmmm.... Pengurus Yang lain pada kemana? Tanya TM Jamil.

"Acara sepenting ini pengurus lain tak hadir untuk mendampingi, ada apa denganmu Partai Nasdem. Lalu, Mas Anies dan Cak Imin, Capres Usungan dan Jagoan Mereka kemana saat itu? Semua fenomena tersebut menyimpan keanehan, misteri dan sejumlah pertanyaan ... Biarlah waktu yang akan menjawabnya...!!!" Beber T.M Jamil lagi.

Tak perlu dech, untuk ucapkan selamat atas kemenangan dulu pada siapapun, Karena memang belum ada kejelasan, dan  KPU juga tidak mengumumkan siapa Capres sebagai  pemenangnya. 

"Dia, KPU hanya mengumumkan jumlah suara sah yang diperoleh  masing-masing paslon capres. Jadi aneh saja, jika ada pihak yang harus mengucapkan Selamat,  dan ada pihak yang merasa telah menang, Mestinya yang memutuskan siapa pemenang Capres RI 2024 adalah Mahkamah Konstitusi (MK), setelah semua proses berjalan ..." kata Pak TM, biasa orang memanggilnya.

"Sementara itu, pihak Paslon 01 dan Timnya mengambil sikap yang bijak, yaitu akan menempuh jalur protes yang konstitusional  ke MK. Namun,  sikap Paslon 01 ini agaknya  berbeda dengan Sikap partai pengusung yang telah menerima hasil pengumuman KPU, dan  terkesan parpol pengusung "hanya ingin cari aman". Bagi saya, sikap ini sungguh tak bijak dan telah menodai dan menyakiti hati para pemilik suara, pendukung, relawan, pejuang kebenaran, keadilan dan kejujuran. Banyak pihak menilai ini, sebuah sikap yang tak mendidik dan terkesan kurang bisa untuk  menghargai suara dari rakyat yang telah diberikan dengan tulus tanpa berbayar dengan fulus." Tambah TM dengan nada sedikit kesal.

"Yang dicurangi kan pemilih, warga negara, rakyat, demokrasi. Bukan partai, apalagi partai sudah oligarkis. Jadi enteng saja partai menerima hasil pemilu. Nah, yang harus melawan itu ya memang pemilih, rakyat, warga negara. Karena sikap Partai pengusung Paslon 01 semangat perlawanan jadi lemah, partai saja sudah menyerah, namunpun begitu TM.  Jamil  masih berharap fenomena ini tidak otomatis menghentikan perlawanan rakyat melawan kecurangan, demi untuk mendapatkan rasa keadilan dan kebenaran. Yakinlah, keadilan itu akan mencari kebenaran ..." tutup TM Jamil.(*)

Editor ; Ayahdidien 

0/Post a Comment/Comments