Kronologi Sidang Korupsi Beasiswa Aceh: Iskandar Usman Al Farlaky dan Penentuan Penerima Beasiswa




KABEREH NEWS | ACEH - Terkait kasus korupsi beasiswa pemerintah Aceh tahun anggaran 2017, Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh menghadirkan dua saksi pada sidang pemeriksaan saksi yang digelar pada Kamis (16/05/2024).


Kedua saksi yang dihadirkan yaitu Mantan Direktur BPSDM, Prof Said Muhammad dan Mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hamid Zain.


Pada sidang perkara tersebut, menjerat Suhaimi selaku koordinator lapangan dan Dedi Safrizal merupakan mantan anggota DPRA periode 2014-2019.


Dilansir AJNN, Dalam fakta persidangan  Prof Said mengungkap pada akhir 2016, anggota DPRA, Iskandar Usman Al Farlaky menemui dirinya untuk menitipkan pokok pikiran (Pokir) berupa beasiswa, namun penerimanya sudah ditentukan.


“Kami (bersama Iskandar Usman Al Farlaky) bertemu di Blang bintang pada akhir 2016, dia mengatakan ada dana pokir untuk tempatkan ke bapak (BPSDM). Namun sudah ada nama-nama (penerima beasiswa) dari kami, gitu katanya,” jelas Prof Said Saat dalam persidangan.


Ia mengaku pertama kalinya mendapat tawaran untuk dititipkan pokir. Jadi pihaknya tidak melakukan seleksi terhadap penerima beasiswa, karena dari awal penerimanya sudah ditentukan.


 “Kalau untuk beasiswa lain di BPSDM, kita lakukan seleksi,” ujarnya.


Sementara saksi lainnya, Hamid Zain mengatakan pihaknya meminta anggota DPRA melampirkan nama-nama penerima beasiswa berdasarkan by name by addres atau kesesuaian nama dan alamat, hal itu bertujuan agar pencairan dananya sesuai.


 “Ada sekitar 25 anggota DPRA mengusulkan beasiswa, juga langsung dari pimpinan DPRA, kita mengusulkan beasiswa yang memerintahkan untuk by name by address,” imbuhnya. (Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.